On Solid Rock

qna@onsolidrock.org

Mungkinkah Kita Salah Memilih Pasangan?

Author By
On Solid Rock Indonesia

 

“Pernikahan itu ibarat kita bermain judi, kalau beruntung, kita mendapat pasangan yang baik, tapi kalau tidak beruntung kita mendapat pasangan yang hanya menyusahkan kita.”

 

Mungkin anda belum pernah mendengar pernyataan seperti ini di masa sekarang, tetapi di masa kami single dulu, ini adalah pernyataan yang cukup sering kami dengar dari para orang tua.

 

Benarkah demikian? Tidak terbayang betapa menakutkannya pernikahan kalau memang nasibnya bergantung kepada peruntungan. Lalu bagaimana sebenarnya pernikahan itu? apakah berhasil tidaknya sebuah pernikahan bergantung pada salah benarnya kita memilih pasangan?.

 

Dua kebenaran dalam alkitab di bawah ini mungkin bisa membantu kita  untuk mulai mengurai cara pandang kita terhadap pertanyaan di atas:

 

  1. Semua manusia berdosa, tidak terkecuali. (Roma 3:23, Pengkhotbah 7:20)

 

Kebenaran ini menunjukkan fakta bahwa tidak ada manusia yang sempurna, semua memilikki kekuatan dan kelemahan masing masing, dengan demikian kita bisa katakan tidak ada istilah pasangan yang sempurna.

 

  1. Perbedaan adalah konsep rancangan penciptaan Tuhan.(Kejadian 1,Roma 12:4-8)

 

Sering kita berpikir bahwa kalau kita memilikki banyak persamaan dengan pasangan kita, maka dia adalah pasangan yang tepat bagi kita.  Tetapi kedua ayat di atas menunjukkan fakta bahwa tidak ada manusia yang diciptakan sama persis, selalu ada perbedaan bahkan di antara dua manusia sekalipun, apalagi di antara pria dan wanita. Walaupun mungkin waktu sebelum menikah seseorang merasakan kecocokan dengan calon pasangannya karena banyaknya kesamaan yang ditemukan, tetapi seiring berjalan waktu dalam pernikahan, mereka mulai menemukan perbedaan perbedaan yang sebelumnya tidak pernah diketahui, atau tidak disadari oleh keduanya.

 

Kejadian 1 dan Roma 12:4-8 juga menunjukkan bahwa Tuhan menciptakan perbedaan untuk sebuah tujuan, yaitu untuk membangun kekuatan yang kemudian akan menjadi kesaksian yang memuliakan namaNya. Dengan demikian ketidak sempurnaan dan perbedaan perbedaan yang ada antara kita dengan pasangan bukanlah dasar untuk mengukur kecocokan atau salah benarnya kita memilih pasangan, tetapi justru sebagai sarana untuk kita berproses bersama agar kekuatan bersama itu terbangun, dan melaluinya nama Tuhan dipermuliakan.

 

Pernikahan bukanlah rancangan manusia, dengan demikian juga bukan untuk tujuan manusia, tetapi pernikahan adalah rancangan Tuhan yang dibuat untuk memenuhi tujuanNya. Ketika kita memakai perspektif ini dalam menjalani kehidupan pernikahan kita, maka kita tidak akan lagi mempertanyakan apakah kita salah memilih pasangan, tetapi kita akan meresponi setiap perbedaan dan ketidak sempurnaan yang ada dengan semangat untuk membangun kekuatan bersama agar melalui pernikahan kita kemuliaan Tuhan dipancarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *