On Solid Rock

qna@onsolidrock.org

Tuhan dalam Pernikahan – dikisahkan oleh Marcella Lumowa dari pengalaman hidup pribadinya.

Author By
onsolidrock

Ketika Ibu Rosita mengajak saya untuk terlibat di dalam pelayanan kehidupan pernikahan “On Solid Rock,” saya langsung menerima tawaran itu tanpa ada rasa ragu. Jumat tanggal 10 April 2020 adalah pertama kalinya Ibu Rosita menghubungi saya sambil menceritakan tentang pelayanan yang sedang dirintisnya.
Di tengah-tengah pembicaraan dan diskusi, Bu Rosita lalu bertanya apakah saya bersedia bergabung dan terlibat dalam pelayanan ini. Beliau nampaknya agak ragu sewaktu mengajukan pertanyaan ini, mengingat suami saya baru saja meninggal dunia dua bulan sebelumnya. Entah kenapa, saya langsung setuju dan bersedia untuk membantu, bisa dikatakan bahkan saya cukup bersemangat untuk menjadi bagian dari pelayanan tersebut.
Satu hal yang pasti bagi saya sehingga bersedia untuk turut terjun membantu dalam pelayanan ini, dikarenakan saya sangat terberkati oleh pernikahan Pak Jim dan Bu Rosita. Merekalah yang menjadi mentor saya dan almarhum suami ketika melewati masa masa sulit pernikahan kami. Dua tahun yang lalu, pernikahan kami bisa dikatakan sudah hampir kandas. Kami bahkan sudah membicarakan tentang perceraian. Saya amat sangat terluka, suami sayapun terluka, ia bahkan sempat meninggalkan rumah. Pada titik itu, sangatlah sulit untuk melihat kami bisa rujuk kembali bersama lagi.
Bu Rosita terus mendorong saya untuk tidak putus berdoa, percaya pada kuasa doa dan tidak berputus pengharapan. Dia meminta saya untuk fokus pada Tuhan dan upaya pemulihan hubungan saya dengan suami, dan untuk tidak perlu terganggu dengan apa yang orang orang lain katakan. Saya ingat salah satu doa saya pada waktu itu adalah agar suami saya bersedia untuk di bantu oleh Pak Jim dalam krisis ini.
Singkat cerita, Tuhan menjawab doa saya, suami saya bersedia untuk dibantu oleh pak Jim, dan tidak lama kemudian dia kembali ke rumah, meminta maaf dan akhirnya kami memulai lagi bersama sama sebagai satu keluarga. Perjalanan menuju pada pemulihan hubungan secara total di antara kami adalah perjalanan panjang yang sangat menguji kesabaran dan iman. Dalam masa ini Pak Jim dan Bu Ros senantiasa ada untuk kami, berdoa untuk kami, dan memeriksa kondisi hubungan kami dari waktu ke waktu. Seiring waktu berjalan, hubungan kami perlahan tapi pasti semakin dipulihkan, sampai akhirnya kemudian kami mengalami pemulihan total. Kami sungguh merasakan bagaimana pernikahan kami menjadi jauh lebih kuat daripada sebelumnya.
Saya masih ingat perbincangan saya dengan suami saya pada saat ulang tahun pernikahan kami yang ke 10 (sepuluh), tanggal 13 Februari 2020 lalu. Kami bersama sama amat sangat bersyukur atas rekonsiliasi yang begitu indah yang Tuhan berikan bagi kami. Delapan hari kemudian, ia berpulang ke rumah BAPA di surga dengan damai dalam tidurnya.
Pada hari suami saya berpulang ke rumah BAPA, hati saya hancur berkeping keeping, tetapi saya sangat amat bersyukur kepada Tuhan bahwa Tuhan menjaga kami sehingga kami tetap bersama sebagai pasangan suami-istri sampai akhir hayatnya, dan bahwa ia berpulang dalam keadaan hubungan kami sudah dipulihkan total.
Jadi, saya bersedia untuk bergabung membantu dalam pelayanan ini, karena saya sudah mengalami sendiri bagaimana pernikahan mereka yang dipimpin oleh Tuhan dan FirmanNya, sudah menginspirasi kehidupan pernikahan saya, dan ketika saya dan suami juga mulai menempatkan Tuhan dan FirmanNya sebagai pemimpin pernikahan kami, maka pernikahan kamipun diubahkan.
Saya percaya akan banyak pasangan yang akan diberkati juga oleh pernikahan mereka, melalui sharing pengalaman, sudut pandang dan hikmat yang mereka timba dari perjalanan mereka dengan Tuhan.

One Response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *