On Solid Rock

Menjadi satu dengan pasangan = mengorbankan perasaan pribadi?

Author By
onsolidrock

Kedewasaan hubungan antara pasangan suami dan istri, ditentukan dari seberapa besar komitmen dari masing-masing suami dan istri untuk mau belajar membawa hubungan mereka dari bersatu; satu rumah | satu kamar | satu ranjang | satu meja makan dan lain-lain, menjadi hubungan yang menjadi satu sesuai dengan konsep hubungan yang sudah ditetapkan Tuhan di Kejadian 2:24. Proses ini adalah proses seumur hidup yang tidak akan berhenti pada satu periode tertentu.

Bagaimana caranya untuk menjadi satu? Apakah berarti saya harus mengorbankan perasaan dan keinginan saya dan harus setuju dan selalu mengikuti apa yang menjadi keinginan pasangan?

Sama sekali tidak! Kunci untuk proses menjadi satu adalah masing masing harus berkehendak untuk Bertukar perasaan, bertukar pikiran dan bertukar ide / keinginan dengan pasangan.

Kata bertukar menunjukkan adanya dua pihak berbeda yang melakukan dua hal yang sama dalam hubungan mereka, yaitu; masing-masing saling memberi dan menerima. Dalam konteks hubungan suami dan istri, kebiasaan saling bertukar ini adalah hal yang esensial dalam membangun komunikasi yang sehat dalam pernikahan. Masing-masing pihak perlu memberikan kesempatan bagi pasangannya untuk mengutarakan apa yang menjadi perasaan, pikiran atau keinginannya dengan mendengar secara seksama dan juga dengan sungguh menghargai apa yang diungkapkan oleh pasangannya.

Ketika pasangan menghadapi masalah atau perselisihan, pendekatan saling bertukar ini akan membantu pasangan menyelesaikan perselisihan mereka tanpa merugikan atau menyakiti satu sama lain. Bertukar yang sehat adalah ketika masing-masing suami dan istri tidak saling menghakimi ataupun mengkritik perasaan, pikiran atau keinginan pasangannya pada saat hal tersebut diutarakan. Setiap pihak perlu belajar untuk bisa rendah hati dan menganggap kepentingan pasangannya lebih utama dari kepentingannya sendiri.

Tujuan dari bertukar perasaan, pikiran ataupun keinginan bukanlah untuk menentukan siapa yang akan menjadi pihak yang menang atau yang kalah. Goal dari saling bertukar antara pasangan haruslah untuk menemukan kesepakatan dan kesatuan hati dalam mengatasi perselisihan yang terjadi diantara suami dan istri.

Kesepakatan dan kesatuan hati yang dimaksud adalah dimana suami dan istri dengan tanpa paksaan atau terpaksa, sepakat dengan perspektif  yang akan dipakai dalam melihat permasalahannya, dan sepakat dengan cara yang akan dipakai untuk menyelesaikan masalahnya.

Pendekatan bertukar seperti ini akan menciptakan sebuah dialog dan bukan argumentasi. Ketika pasangan terus melatih melakukan hal ini, maka perlahan dan pasti kedewasaan mereka dalam berkomunikasi dan membina hubungan akan semakin bertumbuh, dan mereka akan semakin menikmati kebersamaan dengan satu sama lain.

Apakah kesatuan hati yang anda milikki saat ini merupakan buah dari proses saling bertukar? Kalau belum, mari kita terus bersedia untuk belajar dan berproses untuk menerima pertumbuhan yang lebih lagi dari Tuhan bagi pernikahan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *